Pilang Raya — MAN 1 Kota Cirebon menjadi tuan rumah pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cirebon, Senin (17/8/2026). Upacara berlangsung khidmat di Lapangan Upacara MAN 1 Kota Cirebon dengan diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kota Cirebon serta siswa MAN 1 Kota Cirebon dan MTsN 1 Kota Cirebon.

Kepala Kantor Kemenag Kota Cirebon, Riana Anom Sari, S.E., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Riana menekankan pentingnya menjaga keberagaman dan kerukunan sebagai kekuatan sekaligus modal dasar dalam membangun bangsa.
“Indonesia besar karena keberagaman. Karenanya, kerukunan menjadi modal dasar pembangunan. Tanpa kerukunan, bangsa ini sulit bertumbuh dan maju,” tuturnya.
Ia menyampaikan bahwa semangat menjaga kerukunan perlu terus diperkuat di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam. Peningkatan Indeks Kerukunan Umat Beragama dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025 menjadi salah satu capaian yang perlu disyukuri sekaligus menjadi pijakan untuk terus membangun kehidupan keagamaan yang harmonis.
Selain kerukunan, Riana juga menyampaikan pentingnya meningkatkan kesalehan umat beragama agar nilai-nilai agama tidak berhenti pada kehidupan pribadi, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan sosial. Indeks Kesalehan Umat Beragama tahun 2025 yang mencapai 84,61 menjadi salah satu capaian yang perlu dijadikan motivasi untuk terus menghadirkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam amanatnya, Riana juga mengajak seluruh peserta upacara untuk memperkuat kepedulian, persatuan, empati, dan solidaritas terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah, termasuk gempa di Nusa Tenggara Timur.
“Marilah kita ulurkan tangan untuk peduli dan membantu korban gempa. Agama harus hadir dalam kehidupan nyata, tidak hanya berbicara tentang langit, tetapi juga bekerja untuk bumi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa mengisi kemerdekaan dapat diwujudkan dengan menjadikan nilai-nilai agama sebagai kekuatan sosial. Filantropi keagamaan perlu terus dikembangkan untuk membantu sesama sekaligus menjadi kekuatan ekonomi umat yang mampu memberikan manfaat dan pemberdayaan bagi masyarakat.
Riana juga menekankan pentingnya menghadirkan ruang-ruang keagamaan yang memberikan ketenteraman bagi masyarakat. Rumah ibadah diharapkan menjadi tempat yang menyejukkan, sedangkan lembaga pendidikan dan ruang kajian keagamaan menjadi wadah tumbuhnya ilmu pengetahuan sekaligus pembentukan akhlak.
“Agama harus menjadi sumber pencerahan, kedamaian, serta kemaslahatan,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi relevan dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui komitmen bersama untuk menjaga persatuan, memperkuat kerukunan, serta menghadirkan kehidupan beragama yang membawa kedamaian dan kemaslahatan.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Kota Cirebon, Jejeng Kurnia, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada MAN 1 Kota Cirebon sebagai tuan rumah pelaksanaan upacara tingkat Kemenag Kota Cirebon.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada MAN 1 Kota Cirebon untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan upacara HUT ke-81 Republik Indonesia tingkat Kementerian Agama Kota Cirebon. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan khidmat,” ungkapnya.
Ia berharap momentum tersebut dapat semakin menumbuhkan semangat nasionalisme dan persatuan, sekaligus memperkuat komitmen seluruh ASN di lingkungan Kemenag Kota Cirebon serta peserta didik untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Upacara berlangsung tertib dan khidmat hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Keterlibatan ASN Kemenag Kota Cirebon bersama siswa MAN 1 dan MTsN 1 Kota Cirebon menjadi bagian dari semangat bersama dalam memperingati kemerdekaan sekaligus meneguhkan komitmen untuk menjaga persatuan dan merawat keberagaman.





