Pilang Raya – Memiliki penampilan yang bersih dan terawat merupakan bagian dari menjaga diri sekaligus wujud rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Namun, dalam ajaran Islam, menjaga penampilan juga perlu disertai pemahaman tentang batasan dalam berhias agar tidak berlebihan dan tetap mencerminkan nilai-nilai agama. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam kegiatan Keputrian bagi siswi kelas XI MAN 1 Kota Cirebon yang berlangsung di Aula MAN 1 Kota Cirebon, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Ustadzah Syalwa Amandayeta, S.Hum. sebagai pemateri dengan didampingi Ustadzah Ela Komalasari, S.Pd. Materi bertema Merawat Diri Menurut Agama Islam tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan penampilan diri sekaligus membedakan antara merawat diri dan merias diri.
Dalam pemaparannya, Ustadzah Syalwa menjelaskan bahwa merawat diri merupakan bentuk kepedulian terhadap tubuh yang telah Allah SWT anugerahkan. Hal ini dapat dilakukan melalui kebiasaan menjaga kebersihan tubuh, merawat kesehatan, mengenakan pakaian yang bersih dan rapi, serta menjaga penampilan agar tetap pantas. Merawat diri tidak harus dilakukan dengan menggunakan berbagai produk kecantikan atau mengikuti setiap tren penampilan yang berkembang.
Ia juga mengingatkan para siswi agar tidak menjadikan berhias sebagai sesuatu yang berlebihan, terlebih jika tidak sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka. Keinginan untuk mengikuti tren kecantikan atau terlihat lebih dewasa tidak seharusnya membuat siswi melupakan batasan agama. Berhias hendaknya dilakukan secara wajar, tidak berlebihan, serta tetap memperhatikan kesopanan dan nilai-nilai Islam.
Melalui materi tersebut, para siswi diajak memahami bahwa kecantikan seorang muslimah tidak hanya diukur dari penampilan fisik. Kebersihan diri, kesederhanaan, sikap, dan akhlak yang baik merupakan bagian penting dari kepribadian yang perlu dijaga. Dengan demikian, merawat diri seharusnya menjadi kebiasaan positif, bukan sekadar upaya untuk mendapatkan penilaian dari orang lain.
Kepala MAN 1 Kota Cirebon, Jejeng Kurnia, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Keputrian sebagai sarana pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi para siswi. Menurutnya, remaja perempuan perlu mendapatkan pemahaman yang tepat dalam menjaga penampilan agar tidak mudah terbawa tren yang kurang sesuai dengan usia maupun tuntunan agama.
“Anak-anak perlu memahami bahwa merawat diri itu penting, tetapi harus tetap memperhatikan batasan agama. Jangan sampai keinginan untuk tampil cantik membuat kita berhias secara berlebihan hingga melupakan nilai-nilai Islam. Jadilah muslimah yang mampu menjaga kebersihan, berpenampilan pantas, serta mengutamakan akhlak dan kepribadian yang baik,” pesannya.
MAN 1 Kota Cirebon berharap dengan adanya kegiatan Keputrian ini para siswi semakin memahami pentingnya merawat diri sesuai tuntunan Islam. Tidak hanya menjaga kebersihan dan penampilan, tetapi juga mampu bersikap bijak dalam mengikuti tren kecantikan, menghindari perilaku berlebihan, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.





