Kota Malang— Dalam upaya memperkuat mutu dan kualitas pendidikan Islam, Kepala MAN 1 Kota Cirebon, Jejeng Kurnia, mengikuti agenda Penguatan dan Peningkatan Kualitas Pendidikan Islam yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui studi tiru ke MAN 2 Kota Malang selama tiga hari, Rabu–Jumat (26–28/8/2026).

Kegiatan yang diikuti seluruh kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan ketua komite MAN tersebut menjadi wadah untuk menggali serta mempelajari berbagai praktik baik (best practices) yang diterapkan MAN 2 Kota Malang. Fokus pembelajaran mencakup tata kelola madrasah, penguatan manajemen kelembagaan, serta strategi pengembangan potensi dan prestasi peserta didik.
Jejeng Kurnia menyambut positif pelaksanaan studi tiru tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan wawasan baru yang relevan untuk dikembangkan di MAN 1 Kota Cirebon dengan tetap menyesuaikan kondisi dan kebutuhan madrasah.
“Kami sangat bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini. Banyak hal positif di MAN 2 Kota Malang yang bisa kita adopsi dan terapkan di MAN 1 Kota Cirebon, mulai dari pengelolaan manajemen madrasah hingga teknik dan strategi efektif dalam mendongkrak prestasi siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan madrasah tidak hanya ditentukan oleh internal lembaga, tetapi juga membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan. Karena itu, penguatan peran Komite Madrasah menjadi salah satu hal penting yang dipelajari dalam kegiatan tersebut.
“Manajemen komite yang solid menjadi kunci agar mampu bersinergi secara maksimal dengan pihak madrasah. Sinergi ini yang akan menjadi pendorong utama dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas layanan bagi seluruh civitas akademika di MAN 1 Kota Cirebon ke depan,” ungkapnya.

Menurut Jejeng, praktik baik yang diperoleh selama studi tiru tidak serta-merta diterapkan secara sama, tetapi perlu dikaji dan disesuaikan dengan karakteristik MAN 1 Kota Cirebon. Langkah tersebut penting agar setiap inovasi yang diadopsi dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Studi tiru ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola madrasah, mendorong inovasi pembelajaran, serta meningkatkan pengembangan potensi dan prestasi peserta didik. MAN 1 Kota Cirebon berkomitmen menjadikan hasil pembelajaran dari kegiatan tersebut sebagai bahan evaluasi dan pengembangan program madrasah secara berkelanjutan.
Dengan memperkuat kolaborasi antara unsur pimpinan, pendidik, tenaga kependidikan, komite, dan seluruh pemangku kepentingan, MAN 1 Kota Cirebon optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan mewujudkan madrasah yang unggul, inovatif, serta berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.





