Pilang Raya — MAN 1 Kota Cirebon menjadi salah satu lokus penelitian yang dilakukan tim peneliti UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengenai Implementasi Kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Madrasah Aliyah, Selasa (04/08/2026). Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi kebijakan KBC melalui praktik pembelajaran, budaya madrasah, serta penguatan karakter peserta didik sebagai bagian dari pengembangan mutu pendidikan madrasah.

Tim peneliti yang terdiri atas Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I., Bambang Setiawan, M.Pd., dan Herny Gusbrava, M.Pd. melaksanakan rangkaian kegiatan berupa silaturahmi, wawancara dengan pimpinan madrasah dan Guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta observasi langsung terhadap proses pembelajaran di kelas. Melalui penelitian ini, tim menghimpun berbagai praktik baik implementasi KBC yang telah diterapkan di MAN 1 Kota Cirebon.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Ahmad Makhrus, menyampaikan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 1 Kota Cirebon tidak berhenti pada penyusunan perangkat pembelajaran, tetapi diwujudkan dalam budaya belajar yang menghargai setiap peserta didik.
“Kurikulum Berbasis Cinta kami implementasikan melalui pembelajaran yang humanis, pembiasaan positif, serta interaksi yang saling menghargai antara guru dan peserta didik. Kami berharap penelitian ini dapat memberikan perspektif baru sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas implementasi KBC di madrasah,” ujarnya.
Kepala MAN 1 Kota Cirebon, Jejeng Kurnia, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada MAN 1 Kota Cirebon sebagai bagian dari penelitian akademik. Menurutnya, kolaborasi antara madrasah dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam mengembangkan pendidikan yang berbasis riset dan berorientasi pada peningkatan mutu.
“Kami menyambut baik kehadiran tim peneliti dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Penelitian ini menjadi ruang refleksi sekaligus pembelajaran bagi kami untuk terus menyempurnakan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Kami berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi MAN 1 Kota Cirebon, tetapi juga menjadi referensi bagi pengembangan pendidikan madrasah di Indonesia,” tuturnya.
Selama observasi berlangsung, tim peneliti mengamati penerapan nilai-nilai cinta, kepedulian, penghormatan, dan keteladanan dalam proses pembelajaran maupun interaksi warga madrasah. Wawancara dengan pimpinan madrasah dan Guru BK juga dilakukan untuk menggali strategi, tantangan, serta inovasi yang telah diterapkan dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut.
MAN 1 Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis riset. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta serta melahirkan praktik-praktik pendidikan yang semakin humanis, inovatif, dan berdampak bagi peningkatan mutu madrasah.





